Pelantikan Kepala Panitia Urusan Piutang Negara

Selasa, 16 September 2014

 

       Dalam rangka mengawal dan melakukan kontrol terhadap penagihan piutang daerah, kepala panitia urusan piutang negara ( PUPN ) cabang bali Etto Sunaryanto melantik anggota PUPN cabang bali, yakni Drs. I Ketut Teneng yang merupakan Pembina Utama Muda yang menjabat sebagai Inspektur Inspektorat Provinsi Bali dan Drs. Dewa Putu Maningka Jaya yang merupakan Kombes Pol yang menjabat Dir. Pamobvit Kepolisian Daerah Bali di Gedung Keuangan Negaran Bali ( 16/9 ). Mereka yang dilantik menggantikan Drs. Eldi Azwar.
         Pelantikan anggota PUPN cabang bali ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggaran daerah ( PAD ) Bali dengan cara mengawal penagihan piutang daerah bali. Sehingga kinerja mereka akan terfokus bagi urusan piutang daerah, dengan target menyusun seluruh piutang daerah yang ada.
Inspektur Inspektorat Provinsi Bali, I Ketut Teneng mengatakan tugas dari pemerintah daerah provinsi bali adalah mempertahan WTP dan melakukan pengelolaan neraca yang bagus, sehingga Tidak ada utang piutang yang tidak tetangani. Pihaknya  menyambt gembira dengan adanya PUPN, dengan maksud dapat menuntaskan urusan utang-piutang daerah, sehingga mampu mempertahankan WTP sekaligus memberikan pelayanan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sementara Kepala Kanwil Direktorat Jendral Kekayaan Negara Bali, Etto Sunaryanto mengatakan “masih banyak piutang daerah yang masih dimiliki dan harus tertangani, sehingga kedepan mereka akan membantu urusan piutang yang ada”. Sesuai ketentuan perundang undangan harus ditetapkan dari Kepolisian, Pemda dan Kejaksaan membahas penyelesaian urusan piutang dan rencana kerja yang lebih banyak bersifat konsolidasi dan koordinasi.
          Selama ini banyak institusi yang tidak tahu pengurusan piutang daerah,  yang di akibatkan karena perjanjian, kredit serta peraturan. Sementara mengingat pemasukan cukup rendah, maka kerja sama dengan pemda mampu bersinergi untuk menggali piutang yang dimiliki daerah sehingga dapat meningkatkan PAD.
     Untuk menuju ke arah WTP maka akun neraca yakni piutang harus bagus. Tata usaha dan pengelolaan sekaligus penyelesaiannya juga harus bagus.